Perpiasahan tanpa arah
Sepenggal kata yang terucap terbang terbawa hampanya udara, tetesan embun pagi menetes basahi bumi dan kesedihan akan sebuah perpisahan ku
Laut sepi tanpa ombak
Bunga layu tanpa air
Sang surya tak berkutik tanpa sinarnya
hatiku punSelalu sepi tanpa hadirmu
Andai ku dapat memutar waktu
Andai ku bisa tentukan takdirku
Tak ingin aku kehilangan dirimu
Kadang aku bertanya, salahku dimana sehingga berkali kali harus kutemui jalan seperti ini ?
Apa aku bukan pecinta yang baik, sehingga kamupun tak bisa mencintaiku dengan baik?
Apa aku seorang penghianat sehingga Tuhan menghukumku seperti ini ?
Aku tak tau, Aku hanya mencintaimu sebisaku, berharap kamupun dapat seperti itu, Aku juga mencoba untuk tak menyakitimu walau sehelai rambutm
Mungkin sekarang, aku hanyalah beban dalam fikiranmu, Hanyalah seorang pengganggu yang berusaha terus mencari perhatianmu Aku tak tau apakah aku masih berarti bagimu atau tidak, masih istimewa bagimu atau tidak,Aku tak lagi tau
Aku hanya mencoba mempertahankan ini karna aku masih mencintaimu,, masih mencintaimu seperti dulu, seperti saat kata sayang pertama untukmu aku ucap, seperti saat pertama kita bertemu dan melebur rindu, , meski telah banyak tetes airmata yang aku jatuhkan untukmu,meski kadang menyesakkan, Bahkan menyakitkan bagiku. Aku akan begitu lelah bila kau suruh aku pergi dan mencari cinta lain, aku sudah lelah dengan akhir yang sia sia ini, jadi biarkan aku tetap bersamamu, dengan harapan Tuhan yang bisa membuka mata hatimu untuk melihatku seperti yang dulu..
Dan saat kau ucapkan kata perpisahan.
Saat itu pula hidupku tak berarti.
Tetesan air mata yang hanya bisa menemenaiku di kala hati ini meridukanmu
Aku telah kehilangan dirimu yang begitu berharga di dalam hidupku
Biarlah kepedihan ini yang aku kenang sampai aku mati.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar